Distilasi dengan dua tekanan

Judul artikelnya mungkin berlebihan karena semua orang tau bahwa kolom distilasi itu dioperasikan pada satu tekanan. Kalaupun tekanan di reboiler berbeda daripada tekanan di kondenser, hal ini hanyalah permasalahan pressure drop yang diperlukan. Tapi ada kalanya kita ingin memisahkan suatu campuran yang sensitif terhadap temperatur. Sensitifnya ini bisa karena akan terjadi degradasi produk, atau ada mikroba atau enzym di dalam campuran tersebut dan akan mati jika terkena temperatur tinggi, atau mungkin bisa terjadi fouling pada temperatur yang tinggi. Sementara, jika tidak dinaikkan temperaturnya, maka tidak akan terjadi pemisahan fasa. Maka, apa yang perlu dilakukan?

Untuk pemisahan dengan menggunakan kolom distilasi pada produk yang sensitif, biasanya kolom distilasi dioperasikan pada tekanan rendah atau vakum. Akan tetapi, di kondensernya akan diperlukan refrigerant untuk mengubah fasanya menjadi cair. Dan sistem refrigerant ini cukup mahal.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan teknologi yang mereka sebut sebagai pass through distillation. Secara singkat, campuran tersebut diuapkan pada tekanan rendah, sehingga masalah sensitivitas tadi tidak terjadi. Uap yang dihasilkan diabsorp oleh pelarut tertentu di absorber. Campuran pelarut dan senyawa yang dipisahkan ini kemudian dinaikkan temperaturnya di desorber sehingga senyawa yang dipisahkan tadi terpisah dari pelarut. Pelarut dialirkan kembali ke absorber untuk memulai siklus selanjutnya. Proses di desorber ini lah yang bisa dilakukan pada tekanan yang lebih tinggi. Senyawa yang terpisah dari pelarut ini, masih berupa fasa uap, dikondensasikan pada tekanan yang relatif tinggi sehingga air pendingin (cooling water) bisa digunakan.

Oleh karena teknologi ini menggunakan tekanan yang berbeda di penguapan pertama dan di desorber (penguapan kedua), maka judul artikel di atas tidaklah terlalu berlebihan.

Beberapa seri video pass through distilation (http://www.passthroughdistillation.com/) ini bisa dilihat di sini:

Leave a Comment