Proses peledakan CO2 superkritik

Teknik ini dikembangkan untuk bisa bekerja pada temperature yang lebih rendah daripada proses peledakan steam dan juga untuk menurunkan biaya jika dibandingkan dengan proses AFEX (15; 14).

CO2 superkritik dicampurkan dengan biomassa yang diletakkan di dalam vessel proses bertekanan tinggi. Vessel tersebut kemudian dipanaskan sampai pada temperature yang sesuai (sampai ke 200oC) dan dibiarkan selama beberapa menit. CO2 kemudian masuk ke dalam biomassa pada tekanan tinggi tersebut. mungkin ketika CO2 tersebut telah larut dengan air dan menjadi asam karbonat, dapat membantu hidrolisis hemicelluloses. Tekanan di vessel ini pun kemudian diturunkan secara tiba2, dan menghancurkan struktur biomassa (16; 14).

Di beberapa hasil riset dinyatakan bahwa proses peledakan dengan CO2 ini lebih efektif secara ekonomis daripada proses AFEX. Studi ini melibatkan campuran kertas daur ulang dan bagas tebu (14).

Kondisi operasinya tentu saja kondisi superkritik CO2, yakni > 31oC, > 73 barg, selama 20 sec – 60 min (15).

Proses ini menghancurkan ikatan lignin, sehingga struktur cellulose dan hemicellulosenya terpapar (15). Hasil hidrolisis juga meningkat seiring dengan meningkatkan konsentrasi air di dalam biomassa (16).

Tidak ada informasi spesifik mengenai yield cellulose, hemicellulose, dan lignin dengan proses ini. Yield yang dilaporkan hanyalah yield produksi bioethanol, yang juga tergantung pada jenis biomassa (37).

Seperti yang telah disebutkan di atas, proses ini tidak efektif untuk biomassa yang tidak mengandung air (16).

Skala aplikasinya masih di dalam lab.

Keuntungan proses ini adalah temperaturnya yang rendah, tetapi lebih efektif secara ekonomi dibandingkan proses AFEX, menghasilkan senyawa2 penghambat fermentasi dibandingkan dengan proses peledakan steam, tidak beracun, tidak mudah terbakar, mudah didaur ulang, dan berbiaya rendah (15; 14; 16).

Kerugiannya adalah biaya investasi yang cukup tinggi karena perlunya tekanan tinggi (15; 16).

Leave a Comment