Proses penambahan Ca(OH)2 atau lime

Seperti halnya proses dengan menggunakan alkali lainnya, proses penambahan lime ini juga memisahkan lignin dari biomassa, dan cukup mirip dengan teknologi kertas Kraft (13).

Lime dicampurkan dengan air, lalu disemprotkan ke biomassa dan disimpan selama beberapa jam sampai minggu. Setelah itu, ukuran biomassa biasanya <10 mm. Jika temperaturnya dinaikkan, waktu tinggalnya bisa diturunkan (15; 13; 14).

Temperature operasi sekitar 25 – 130oC (16), tekanan atmosferik, waktu tinggal selama beberapa jam sampai minggu, dan konsentrasi lime sekitar 0.1 massa lime /massa biomassa.

Lime ini melarutkan lignin. Tingkat kelarutan lignin ini tergantung dari kondisi operasi lainnya (misalnya temperature tadi) dan kondisi umpan biomassanya (17).

Bongkol jagung diproses pada 120oC dengan waktu optimal selama 4 hrs dan 32% ligninnya berkurang (13; 16).

Proses ini tidak cocok untuk biomassa dengan kandungan lignin yang tinggi seperti softwood (16).

Tidak ada laporan mengenai aplikasi di luar skala lab (16).

Keuntungan proses ini adalah temperature operasi yang rendah (17). Lime adalah bahan murah, aman, dan mudah diambil kembali sebagai calcium carbonate (13; 16). Sementara itu, operasi di bawah 100oC tidak memerlukan energy yang besar, investasi yang rendah karena tekanan operasi yang rendah (16).

Kerugiannya, selain karena waktu tinggal yang sangat lama pada temperature yang rendah (15; 17; 16), lime terkonversi menjadi garam yang tidak bisa diambil kembali dan harus dipisahkan dari biomassa (13).

Penambahan udara/oksigen ke dalam campuran reaksi akan meningkatkan terlepasnya lignin dari biomassa, terutama pada biomassa yang memiliki konsentrasi lignin yang tinggi seperti poplar (13).

Leave a Comment