Proses perendaman biomassa di larutan ammonia atau soaking in aqueous ammonia (SAA)

Proses SAA ini adalah proses alternatif dari ARP di mana biomassa direndam di dalam larutan ammonia, dalam jangka waktu yang cukup lama, pada temperature ruangan dan tekanan atmosferik (27).

Proses ini berlangsung cukup lama (15), dan pada temperature ruangan bisa mencapai 10 sampai 60 hari. Pada temperature yang lebih tinggi (150 – 190oC), durasinya bisa beberapa menit (16).

Temperature yang biasa digunakan sekitar 25 – 60oC, tekanan atmosferik, waktu tinggal selama berhari-hari, dengan konsentrasi ammonia sekitar 30wt% (16; 27).

Proses SAA ini memisahkan lignin dari biomasa tanpa ada pengaruh yang signifikan terhadap kandungan karbohidrat seperti cellulose dan hemicelluloses (15).

Dalam sebuah studi dilaporkan bahwa proses SAA melarutkan 55-74% lignin dari bongkol jagung, dan membiarkan hampir 100% oligomer glucose dan 85% oligomer xylose dalam bentuk padatan biomassa (27).

Disebutkan juga bahwa proses SAA ini menghasilkan yield ethanol yang hampir sama dengan pengolahan asam lemah untuk softwood. Meskipun demikian, laju yieldnya sangat rendah karena waktu tinggalnya yang sangat lama (28).

Tidak ada laporan bahwa proses ini telah diaplikasikan di luar skala lab.

Keuntungan proses ini adalah tidak terdapatnya sulfur dan sodium, yang berarti produknya (sisa biomassa padatan) berkualitas tinggi. Dan proses ini bekerja pada temperature dan tekanan yang rendah (15).

Selain waktu tinggal yang sangat lama (15; 17), ammonia juga bereaksi dengan lignin (2-5wt% dari biomassa kering). Ammonia dalam jumlah besar diperlukan untuk biomassa dengan kandungan asam yang tinggi. Situasi ini menghasilkan garam yang tidak bisa dikembalikan ke proses dan harus dipisahkan (15).

Leave a Comment