Mengidentifikasi aliran dan mengekstrak datanya

Langkah pertama di dalam melakukan analisis pinch adalah memahami proses yang terjadi lewat perhitungan (data) neraca massa dan energi. Di banyak pabrik industri, data neraca massa dan energy ini, anehnya, tidak tersedia atau tidak ter-update sesuai dengan kenyataan di lapangan. Oleh karena itu, salah satu efek samping yang paling utama dari analisis pinch ini adalah data neraca massa dan energi yang up-to-date. Data ini tidak akan balance karena banyak faktor seperti energi yang hilang karena tidak ada insulasi (atau insulasinya rusak), flowmeter dan thermocouple yang tidak akurat, dan tidak adanya flowmeter dan/atau thermocouple pada aliran yang ingin diketahui. Hal terpenting dari pembuatan neraca massa dan energi ini bukanlah keakuratan datanya, melainkan konsistensi data tersebut. Jadi, jika ada kesalahan data, kita tau bahwa kesalahan ini bisa dirunut penyebabnya.

Read more

Pengenalan mengenai integrasi proses (process integration)

Di dunia teknik kimia (chemical engineering), istilah analisis pinch mulai muncul di akhir 1970an. Analisis ini diawali dari pekerjaan seorang bernama Hohmann dlm menyelesaikan PhD thesisnya di University of Southern California di tahun 1971. Riset ini tidak dilanjutkan maupun dipublikasikan, sehingga tidak mendapatkan perhatian dari pihak industri. Beberapa tahun setelah itu, seorang bernama Bodo Linnhoff mengembangkan metode pinch technology atau pinch analysis yang nantinya menjadi dasar bagi integrasi kalor (heat integration). Publikasi riset ini mendapat sambutan meriah dari dunia industri karena di masa itu dunia sedang mengalami gejolak energi. Sejak saat itu, riset mengenai analisis pinch dan integrasi kalor, dan aplikasinya di industri, pun berkembang sangat pesat. Konsep ini lah yang nantinya menjadi pembuka bagi area riset baru bernama integrasi proses (process integration).

Read more

Menghemat energi lewat pinch analysis

Pengenalan

Analisis pinch (pinch analysis) adalah sebuah metode yang pada awalnya dikembangkan untuk mengevaluasi satu sistem pertukaran kalor secara menyeluruh. Metode ini pada mulanya diperkenalkan oleh Hohman (1) di awal 1970an. Di akhir 1970an, hampir secara bersamaan di tempat terpisah, Linnhoff (UK) dan Umeda (Jepang) mengembangkan metode pinch analysis yang kita kenal sekarang. Krisis minyak bumi di akhir tahun 1970an mempercepat pengenalan metode baru ini ke dunia industri. Oleh karena sistem pengevaluasian ini melibatkan pembuatan kurva antara aliran-aliran panas (hot composite curve) dan aliran dingin (cold composite curve) yang bertemu pada satu titik jepit (pinch), maka metode ini juga sering disebut sebagai analisis pinch.

Read more

Membuat stream composite curves dan minimum utility

Membuat kurva komposit aliran (stream composite curves) 

Spt yg telah dijelaskan sebelumnya bahwa proses pengambilan data sangatlah penting sebelum memulai kegiatan apapun, termasuk pinch analysis ini. Gbr (a) di bawah adalah contoh sederhana dari flowsheet biasa. Salah satu kesalahan yang biasa terjadi dari mereka yang tidak mengerti adalah menganggap ada dua aliran panas dari kondenser (60 oC) ke reaktor R1 (100 oC). Padahal, dari kondenser ke reaktor adalah satu aliran, spt yg ditunjukkan di gbr (b). Aliran2 yg telah diidentifikasi ditunjukkan di gbr (b).

Read more

Analisis pinch dan jaringan penukar kalor (1. Identifikasi aliran dan 2. dTmin)

Identifikasi aliran panas (hot stream) dan aliran dingin (cold stream)

Aliran panas didefinisikan sebagai aliran proses yang ingin kita turunkan temperaturenya. Aliran dingin didefinisikan sebagai aliran proses yang ingin kita naikkan temperaturenya. Jadi bisa saja aliran panas berada pada temperature 100oC, sementara aliran dingin berada pada temperature di atas 200oC.

Read more