Produk kimia dari biomassa yang bermasa depan cerah

Ada sebuah artikel menarik tentang produk-produk kimia yang diproduksi dari biomassa dan dianggap memiliki propek yang lebih menjanjikan. Artikel ini disajikan di biofueldigest. Tulisan lengkapnya ada di sini. Secara singkat, penulisnya menyatakan bahwa meskipun biomassa memiliki kapasitas potensial yang sangat besar, akan tetapi ada beberapa perbedaan mencolok yang membuat biomassa sulit bertanding dengan minyak bumi. Di antaranya adalah komposisi biomassa yang tidak seragam karena variasi jenis feedstock yang mencakup alga, limbah industri kayu, limbah industri pertanian, kayu pepohonan, dan lain-lain. Logistik biomassa (tersebar dalam radius yang sangat luas, memiliki volume yang besar) juga menghadirkan kesulitan tersendiri yang dapat membatasi keuntungan investasi biomassa di skala besar. Dengan segala kesulitan biomassa ini, penulisnya menargetkan beberapa produk kimia yang dianggap berprospek cerah. Produk-produk ini mesti memiliki pasar yang luas dan nilai yang jauh lebih besar daripada biomassa. Di samping itu, grup/perusahaan yang melakukan riset untuk pengembangan produk-produk tersebut mesti memiliki kemampuan teknikal dan finansial yang baik untuk mengkomersiilkan prosesnya. Mereka menuliskan dua kandidat terkuat dan dua kandidat penantang untuk produk kimia berbahan baku biomassa.

Read more

Proses pengolahan dengan pelarut organic (organic solvent atau organosolv)

Proses ini pada awalnya dikembangkan sebagai proses alternatif untuk proses Kraft di industri pulp dan kertas. Salah satu proses komersial dengan pelarut organic ini adalah proses ALCELL dari Repap Enterprises Inc. (yang kemudian dibeli oleh UPM-Kymmene). Proses ini diterapkan di pabrik pulp dan kertas mereka di New Brunswick, Canada. Untuk skala kecil, proses ini lebih ekonomis dibandingkan proses Kraft, lebih sedikit isu lingkungan dan menghasilkan pulp berkualitas tinggi yang telah mengalami bleaching (31).

Read more