Analisis struktur pengendalian proses (process control) pada jaringan penukar kalor (heat exchanger network)

Tulisan kali ini mengupas tentang system pengendalian proses (process control) untuk sebuah system jaringan penukar kalor (heat exchanger network) sederhana. Analisis ini dilakukan pada pabrik produksi dimethyl ether (DME) dengan methanol (MeOH) sebagai bahan bakunya. Pabrik ini sangat sederhana, di mana MeOH dipanaskan sampai temperature 250oC melalui beberapa heat exchanger, kemudian produk DME dipisahkan di kolom pertama, dan MeOH yang tersisa dipisahkan dari air di kolom kedua. Dalam studi sederhana ini, kedua kolom distilasi ini tidak diperlihatkan. Sebuah process-to-process heat exchanger (B2) didesain untuk mengambil energi dari aliran keluar reactor. Energi ini ditransfer ke aliran input semaksimal mungkin. Untuk kasus ini, heat exchanger ini didesain untuk menaikkan temperature input menjadi sekitar 155oC. Setelah itu, aliran ini dipanaskan di heater utama (H02) sampai mencapai temperature 250oC. Kedua heat exchanger ini didesain secara seri. Flow diagram nya ditunjukkan di Gambar 1.

Read more

Edisi Desember 2017

Perkembangan ekonomi di decade belakangan berdampak pada bagaimana sebuah proses kimia didesain dan dioperasikan. Pabrik kimia modern dibangun dengan mengedepankan efisiensi proses sehingga banyak integrase proses yang dilakukan seperti pemanfaatan aliran recycle dan juga energy recovery network. Integrasi ini membuat desain dan kontrol sebuah proses menjadi makin rumit. Namun, kerumitan tersebut bukan menjadi penghalang karena telah majunya tools untuk melakukan simulasi proses yang memungkinkan mencoba berbagai desain proses dan juga menguji berbagai struktur kontrol proses-proses tersebut.

Berkaitan dengan hal di atas, Majalah Teknik Kimia Indonesia edisi Desember 2017 kali ini memuat artikel tentang analisis struktur pengendalian proses pada jaringan penukar kalor dengan menggunakan program Aspen Plus. Selain itu, edisi kali ini juga memuat artikel tentang perkenalan program GAMS.

Artikel-artikel lainnya tentang simulasi dan kontrol proses dapat dilihat di website Teknik Kimia Indonesia.

Selamat membaca!

Read more

Edisi April 2017

Saat ini, energi merupakan keperluan primer bagi setiap manusia. Sumber-sumber energi pun telah menjadi komoditi yang diperebutkan. Di tengah kompetisi memperdagangkan sumber-sumber energi ini, masih terdapat banyak sumber-sumber energi lainnya yang belum dimanfaatkan secara optimal, atau pun belum diselidiki secara menyeluruh.

Majalah Teknik Kimia Indonesia edisi April 2017 kali ini memuat artikel tentang pembangkit listrik tenaga batubara dan sampah. Kedua pembangkit listrik ini menggunakan teknologi gasifikasi. Untuk lebih detail, silahkan dibaca edisi kali ini.

Artikel-artikel lainnya tentang biomassa dan gasifikasi biomassa dapat dilihat di website Teknik Kimia Indonesia.

Selamat membaca!

Download (PDF, 1.34MB)

Edisi Desember 2016

Biomassa merupakan sumber bahan baku yang sangat melimpah di negara kita, Indonesia. Sejak zaman dahulu, biomassa telah digunakan sebagai sumber energi lewat kayu bakar. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, biomassa, khususnya selulosa, telah diproses dengan berbagai macam teknologi (hidrolisis, fermentasi, termokimia). Produknya tidak hanya berupa bahan bakar cair seperti bioetanol, gasoline, dan diesel, tetapi juga berbagai macam senyawa kimia seperti furfural, levulinic acid, adipic acid, succinic acid, dan lain sebagainya.

Senada dengan biomassa sebagai sumber bahan baku terbarukan, Majalah Teknik Kimia Indonesia Edisi Desember 2016 kali ini memuat artikel tentang katalis zeolit yang juga digunakan di dalam proses-proses konversi biomassa, gambaran umum proses pengolahan biomassa, pembangkit listrik tenaga surya, dan desain proses limbah minyak penggorengan menjadi biodiesel dengan membran reaktor berkatalis.

Artikel-artikel lainnya tentang biomassa dan pengolahannya dapat dilihat di website Teknik Kimia Indonesia.

Selamat membaca!

Read more

Fenomena pada campuran

Pada kesempatan kali ini kita akan berdiskusi tentang fenomena yang terjadi bila kita memiliki campuran. Topik kali ini agak gampang-gampang gimanaa gitu. Butuh sedikit lebih banyak waktu dan konsentrasi tinggi dalam memahaminya. Ketelitian dalam membaca istilah juga diperlukan agar lebih mudah dalam memahami materi ini. Pada tulisan kali ini, keterangan simbol mengacu pada buku “Introduction to chemical engineering thermodynamics” karangan J.M Smith.

Read more